Perubahan mobilisasi. 2. Diagnosa keperawatan. a. Gangguan rasa nyaman (nyeri akut) berhubungan dengan post op hernia, ditandai dengan klien mengeluh tidak bisa BAK, nyeri pada bagian perut tengah bawah, tampak kesakitan, tampak kesakitan, Td : 150/100 mmHg, N : 88x/m, Rr : 20x/m, Su : 36ΒΊC, skala nyeri :6 . b. Ggn rasa nyaman : nyeri b.d. cedera fisik atau trauma, penurunan suplai darah ke jaringan. c. Nyeri kronik b.d. jaringan parut, kontrol nyeri yg tidak adekuat d. Diagnosa keperawatan : 1) Gangguan integritas kulit berhubungan dengan inflamasi dermal dan epidermal. 2) Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan kesulitan menelan. 3) Gangguan rasa nyaman, nyeri berhubungan dengan inflamasi pada kulit 4) Gangguan persepsi sensori, kurang penglihatan berhubungan dengan konjungtivitis. Gangguan rasa nyaman merupakan diagnosis keperawatan yang didefinisikan sebagai perasaan kurang senang, lega, dan sempurna dalam dimensi fisik, psikospiritual, lingkungan, dan sosial. Diagnosis ini diberi kode D.0074, masuk dalam kategori psikologis, subkategori nyeri dan kenyamanan dalam Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI). 2.1 Konsep Dasar Asuhan Keperawatan dengan Kebutuhan Rasa Nyaman ; Nyeri 2.1.1 Defenisi Nyeri McCaffery 1980 menyatakan bahwa nyeri adalah segala sesuatu yang dikatakan seseorang tentang nyeri tersebut dan terjadi kapan saja saat seseorang mengatakan merasakan nyeri. Defenisi ini menempatkan seorang pasien sebagai expert ahli di bidang nyeri Gejala klinis berupa gangguan motorik dan hilangnya rasa vibrasi dan posisi ipsilateral; di kontralateral terdapat gangguan rasa nyeri dan suhu. Kerusakan tulang belakang setinggi vertebra L1-L2 mengakibatkan anestesia perianal, gangguan fungsi defekasi, miksi, impotensi serta hilangnya refleks anal dan refleks bulbokavernosa. Ni Made Wedri, A.Per.Pen., S.Kep, M.Kes NIP. 196106241987032002 f ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN β€œWS” DENGAN GANGGUAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ISTIRAHAT TIDUR DI RUANG ANGGREK RSUD BADUNG TANGGAL 12-15 JANUARI 2013 A. PENGKAJIAN Pengkajian dilakukan pada tanggal 12 Januari 2012 pukul 08.00 di ruang anggrek kamar 2 RSUD Badung. 2.7 Gejala Dan Tanda Gangguan Rasa Nyaman. Gejala dan tanda gangguan rasa nyaman (mual) dapat dibagi menjadi 2 (dua) yaitu sebagai berikut (PPNI, 2016): a. Gejala dan tanda mayor: Data subjektif: 1) Mengeluh tidak nyaman. 2) Mengeluh mual. 3) Mengeluh ingin muntah. 4) Tidak berminat makan Data objektif: (tidak tersedia) b. Gejala dan tanda minor Tes untuk mendeteksi gangguan sistem imun, yaitu : - Hematokrit - LED - Rasio CD4 / CD Limposit - Serum mikroglobulin B2 - Hemoglobin 12 f2.2 Konsep Asuhan Keperawatan 1. Pengkajian a. Identitas Meliputi nama, umur, tempat dan tanggal lahir b. 0 : no pain / tidak nyeri. 1 – 3 : mild = nyeri ringan β†’ tidak mengganggu aktivitas. 4 – 6 : moderate = nyeri sedang β†’ mengganggu aktivitas. 7 – 9 : severe = nyeri berat β†’ tidak bisa melakukan aktivitas. 10 : nyeri sangat berat. b. Skala ekspresi wajah β†’ digunakan untuk pasien anak – anak. G. DIAGNOSA KEPERAWATAN. 2sSH.